Feeds:
Posts
Comments

Optimis sajalah

hari ini, mulai lagi dengan tulisan blog yang sempat tertunda menjelang persiapan pernikahan. Rasanya kaku tak terbiasa menulis lagi. :D

inginnya merubah semua tema yang sudah ada tapi rasanya sulit sekali, ada beberapa tulisan yang cukup berkesan dan bersejarah. Ya sayang kalau sampe dihapus…

ayo semangadth… nulis lagi…

New Life ….

wahai jombloku… usai sudah kau menemaniku kini…

karena telah datang sang kekasih pujaan hatiku….

biarlah ku ubah statusku sendiri…

tanpa harus menyesali apa yang akan terjadi nanti…

Thank to All Friend, mudah-mudahan kadonya bermanfaat bagi kami dan mendapatkan pahala yang mengalir tiada henti dan juga bagi yang masih jomblo semoga dimudahkan jodohnya sehingga bisa menyusul seperti kami berdua.

-Barakallahulaka barakallahu‘alaika. Wajama’a bainakuma fii khairin

Semoga Allah melimpahkan berkah semoga
Semoga Allah taburkan kebaikan
Dan semoga engkau berdua dikumpulkan dalam kebahagaiaan
Bila Allah jadikan pernikahan berkah keindahan menjadi kebaikan
Kemesraan dan canda ceria kan menjadi kesucian agung

kapan teman-teman menyusul?

Huh… kehabisan judul tapi mudah-mudahan enak bacanya…
kuliah udah… next step cari kerja….
kerja udah…. next step ??

nikah )*..

mari kita dengar dari seorang pakar web óm leonardo. kata om leo persiapan pernikahan kudu matang… alias kudu siap lahir batin. gitu katanya saat gue chat ama beliau kemaren. emang tak kala persiapan dah siap tapi ada yang satu belum siap maka tidak akan terlaksana…

baiklah… kalo dipikir-pikir faktor umur menjadi ‘musuh terberat’ dalam menentukan keputusan untuk menikah. dikala umur 20 seorang cewe akan mengatakan ’siapa eloh…and siapa gue’… dan ketika umur 30 seorang cewe akan mengatakan “ya… yang penting ada”….. dan  baru ketika umur 40 seorang cewe akan mengatakan “duh sama siapa
aja deh” (but bukan homo ya)…agrhhhh

fiyuuuhh… begitu complex… sampai sampai ada yang bilang, ah ngak mau nikah ah entar aku jadi repot dan etc. tapi coba  perhatikan deh… setiap hari kita yang belum menikahpun pasti mengalami kerepotan menghadapi masalah…
sama aja kan, tapi kalo udah nikah bedanya kalo ada masalah ya… berdua diselesaikannya…

tapi… yang masalah lagi kalo udah siap tapi calonnya belum ada, nah masalah lagi kan? cobalah dengan searching, lirik *_* sana sini, tanya kerabat dekat, temen-temen kampus dan etc lah. Yang penting intinya nyari… so, dari seribu panah yang kau luncurkan tentunya pasti ada satu yang menancap… gitulah pepatahnya…

cheers :)

)* bagi yang udah siap ya….

relative bro… kan cantik bisa di nilai dari sisi mana aja, ya kan! memang ukuran cantik atau tidaknya seorang girl tidak dinilai secara absolute melainkan dari sudut pandang si penilai.

ok, mari kita liat dari sisi mana kita menilai. Pertama ada yang menilai dari segi fisik, wow ini mungkin banyak diminati oleh banyak cowo tentunya. Pandangan mengenai fisik ini sebetulnya sangat normal atau sah-sah saja. karena fisik sendiri biasanya dikriteriakan pada urutan nomber one dalam list memilih kriteria calon pasangan…haha

kedua, mungkin dibilang cantik ngak juga tapi dibilang jelek lebih sulit…. artinya cakep ngak jelek ngak juga…. duh gimana sih nulisnya? begini ia mendeskripsikan dirinya tampil apa adanya. hal ini lah yang membuat dirinya diantara pertengahan kriteria yang biasa-biasa saja…

ketiga, dibilang cantik lebih sulit tapi dibilang jelek paling sulit…. au gimana kalo yang ini? :)

sempurna…

Mencari kesempurnaan yang tiada pernah ada…
ku cari namun tak ada satupun yang sempurna…

namun satu kelemahan merusak kesempurnaan itu…
ia hanya seorang biasa, jauh dari sempurna…

kita pun terjebak dalam lingkaran sempurna…
rasanya harus serba sempurna…

mencari kerja harus sempurna..
mencari istri harus sempurna..
mencari teman harus sempurna..
all about sempurna…

sampai kapan kita menunggu yang sempurna?
apakah kita sendiri sempurna?

sudah tau dunia pana, tetapi masih saja dikejar-kejar…
sudah tau ia kaya, tetapi masih saja merasa jiwanya miskin…

sebetulnya apa yang kau pilih sobat? kekal atau pana?

mengapa masih menumpuk-numpuk harta padahal kematian itu tak ada berita…
mengapa masih mengejar jabatan…karir yang tak pernah berujung…
mengepa engkau masih ragu… ragu dalam kebenaran yang nyata
mengapa engkau masih terlena dunia… hingga melupakan urusan untuk akhiratmu…

Berbangga-bangga atas anak…
berbangga-bangga atas istri…
berbangga-bangga atas pangkat & kekayaaan….

sebetulnya apa sih yang engkau cari duhai sobat?

sekuat dan sehebat apapun Anda….
ketika usia sudah mulai renta…
kekuatanpun lenyap seketika…
bak bayi yang tak berdaya…

ubanpun tak bisa dihentikan…
sebagai peringatan akan kematian….
bagi orang-orang yang berakal….

lantas apakah kau masih memikirkan dunia wahai sobat?

ketika desah nafas sudah ditenggorokannya….
ketika kaki terasa terpaut satu sama lain…
Dan jiwapun terasa begitu berat meninggalkan dunia…
hanya air mata yang mengalir menyesalinya….

lantas itulah ajal yang sudah menjemputmu…

kemana istriku..?
kemana anak-anakku..?
kemana harta-hartaku..?

mereka tak akan pernah dibawa semuanya oleh mu…
hanya amal kebaikan saja sebagai bekal perjalanmu yang masih sangat jauh…
perjalanan menuju kehidupan yang sebenarnya …alam akhirat

Tanpa kita sadari mengeluh memberikan efek yang luar bisa pada pekerjaan sehari-hari. Terkadang masalah yang seharusnya bisa diselesaikan sendiri malah dibawa-bawa ke kantor bahkan dicampuradukan dengan masalah rekan kerja sendiri yang semakin berbobot saja masalah yang dihadapinya.

telepas dari itu, masalah hanya sebuah tempat yang bersifat sementara yang terkadang harus bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat juga.mengapa harus diselesaikan dengan singkat saja? karena Sudah ada masalah yang sedang menunggu Anda didepan yang harus diselesaikan dan bukan untuk
dikeluhkan.

Ya.. memang masalah yang timbul bisa juga kita pendam selama jarak waktu yang cukup lama. Masalah ini bisa kita save dalam pikiran kita yang lama-kelamaan akan menjadi sebuah spidol permanent yang tertulis di otak kita. Bayangkan kalo semua masalah yang dihadapi tidak kita selesaikan, ini berarti semakin banyak
tulisan permanent dalam otak kita sendiri.

Tulisan-tulisan itu akan menjadi beban pikiran yang luar biasa. Boleh jadi akan menjadi sebuah dilema yang merugikan diri kita sendiri. Masalah yang terpendam dan terlalu ditumpuk berlarut-larut akan membuat diri kita menjadi terpuruk dan berdampak pada perilaku kita yang cenderung lebih kaku dan egoistis.

Berdamailah dengan Diri Anda sendiri dan Masalah yang kita hadapi. Itulah sebabnya Masalah akan bisa diselesaikan jika kita mau berdamai dengan diri Kita Sendiri, Menerima dengan ikhlas setiap masalah yang dihadapi, karena dengan masalah ini juga akan tampak manusia-manusia sejati yang lahir dari

mari berzakat :p

Ada kalanya pada jam-jam tertentu kita akan merasakan indahnya tampannya diri kita dan Cantiknya diri kita. Ada kalanya jeleknya diri kita suatu ketika pada jam-jam tertentu pula. Inilah hukum relative yang susah sekali untuk kita absolutkan secara penuh. Dalam keseharian aktivitas yang berbeda dan ruang waktu juga bisa mempengaruhi situasi dan kondisi kita.

Memang pujian itu terkadang perlu juga untuk mengharmonisasikan terhadap pasangan kita. ya walaupun saya sendiri belum mempunyai pasangan… hehe. Tapi pertanyaannya adalah kenapa musti saling puji sih? Menurut sekelompok peneliti dari Amerika bahwa saling memuji bisa menguatkan pasangan satu sama lainnnya.

Apapun face pasangan Anda, cobalah terima ia apa adanya sehingga tidak ada lagi yang namanya kerenggangan yang sering terjadi. Hal detailpun kudu bisa anda ungkapkan sobat, Katakanlah pada pasangan mu sobat, wah kau cantik sekali hari ini…. atau wah kau ganteng sekali pagi ini…

Tapi jika kebalikannya ‘Pagi jelek, sore tambah jelek lagi…?’ apalagi kalo udah pake kata ‘tumben’, wah tumben hari ini kau ganteng sekali? atau wah tumben kau hari ini cantik sekali? au ah gelap.

thank to zakat :D

Kalo udah bercanda wah.. memang parah banget apalagi kalo dah keluar kata-kata ‘Bego sampai
ketulang’ bék, dalem…

Bego sendiri adalah bukan hasil dari pelajaran yang ada disekolah, kalaupun saya harus menelusuri asal muasal kata bego saya benar-benar tidak tahu. Al-hasil bego sendiri bukan berasal dari bahasa ilmiah melainkan sebuah hasil dari penilaian yang sangat dangkal dan sempit. Mana yang lebih tepat, Manusia itu bego atau
Manusia itu malas?

Manusia itu malas, right answer. Kenapa Manusia itu bego ? karena manusia itu malas. Mirip sebuah kalimat sebab-akibat sobat.

Intinya statment Bego sampe ke tulang itu kudu di telaah lagi… bisa aja yang ngomong justru orang yang paling jenius dan cerdas…. terkadang bisa bego juga sih?

budayakan berzakat :p

apa lagi yang mau di cari? gengsi yang tinggi dan selalu menginginkan yang sempurna. Pengen kerja bagus dengan posisi bagus dan tentunya gaji tinggi. pokonya semuanya kudu sempurna. Hei…sobat mengapa dikau nganggur? akan kah yang kau cari hanya karena faktor gengsi. Gengsi karena ‘Harga diri’ Anda terlalu dipatok dengan harga yang sangat mahal.

Ok lah itu adalah hal wajar semua pasti menginginkan posisi dan kerjaan yang bagus.Tapi apakah kita sadar tentunya dalam mencari kerja tidak langsung jadi posisi manajer.Seorang yang mau jadi menteri pun harus bersusah payah menduduki berbagai jabatan penting dan berbagai tahap yang membutuhkan pengorbanan.

Kenapa sih penyakit gengsi ini masih bersarang di dalam diri kita? tanyakan saja pada hati Anda sendiri kawan. Toh hati Anda tidak akan pernah bohong, bukan? mental ini akan masih eksis ketika seseorang mempunyai ‘ego’ dalam narisme yang tinggi.

Mari Bershodakoh :)

Older Posts »