Feeds:
Posts
Comments

Indahnya Dunia

hanya sekedar menunpahkan kegelisahan yang teramat, galau dan kesal. Menikmati hidup di zaman modern yang serba cepat dan berkembang secara dinamis membuat kita cepat pusing dalam mengikuti perkembangannya. Lah apapun kekesalan kita tertumpah serampah lagi-lagi urusan yang satu ini masih belum kelar-kelar. Satu kerjaan tuntas eh di brondong lagi dengan tugas yang lain seolah gunung yang mau meletus ‘kagak mau pake one-by-one’.

ketika kedahsyatan dalam bekerja itu larut menyapa lelah di tubuh kita, kita seolah terjebak dalam dinamika yang terlalu runititas. Rasa lelah itu membuat urung rasa semangadth yang membuat mood kita mati dan sulit untuk dibangunkan kembali.

Namun semua itu sirna dengan melupakannya begitu sajah… ya lelah… istirahat malem yang menyenangkan ditemani secangkir teh hangat dan roti tawar. Dunia bercerita tentang bagaimana kita diciptakan dulu, dan itupun sering ku pikirkan di saat-saat jam santaiku.

Gede kalo di hitung

Kalo para perokok tau bahwa bugjet yang di keluarkan itu ternyata gede buanget, misalkan :

Rokok merk A:

1 batang =Rp. 350

1 hari = 24 Batang = 350 x 24 = Rp 8400 /hari

1 minggu = Rp. 8400 x 7 =Rp. 58.800/minggu

1 bulan =Rp 58.800 x 4 = Rp 235.200/bulan

1 tahun = Rp 235.200 x 12= Rp. 2.822.400/tahun

wow 1 tahun untuk para Smokers dapat menghabiskan biaya Rp. 2.822.400/tahun sungguh luar biasa…

Marhaban ya ramadhan

Bersihkan hati sucikan jiwa,

sambut ramadhan penuh dengan suka cita..

mohon maaf lahir dan batin

Pertanyaan yang sering di ajukan adalah apakah akreditasi program studi itu penting? kebanyakan Perguruan Tinggi mengabaikan begitu saja status kadaluwarsanya sehingga tidak berlaku lagi. Nah dalam hal ini siapakah yang dirugikan? hal ini dapat merugikan berbagai pihak antara lain:

1. Para Alumni/Mahasiswa

2. Nama Program Studi

3. Public

Misalkann saja dari DEPPERIN sedang membuka calon untuk CPNS yang mensyaratkan Akreditasi Program Studi itu harus ‘A’ dan syarat ini baru bisa terpenuhi jika Program Studi terakreditasi ‘A’.

Hal yang terpenting pula bahwa akreditasi program studi itu adalah untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang ada di PS. ketika mutu sudah terjaga maka terlihat suasana akademik yang kondusif dan meningkatkan kualitas lulusan yang terbaik

bagaimana mutu itu bisa terjaga?, nah caranya adalah mengevaluasi berbagai kemungkinan yang terjadi dimasa yang akan datang atau bagaimana cara kita memandang tantangan sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan mutu yang telah ada.

kebanyakan dari PS tidak menyadari bahwa tantangan dijadikan hambatan. Dalam hal ini akan menjadi beban yang menghambat bagi peningkatan kualitas mutu pendidikan.

Cheers,

soleh

pagi sudah siap berangkat, seperti biasa hari senin padet sekali penumpang untuk ekonomi biasa dan beralih ke ac ekonomi. tak seperti biasanya antrian loket sampai ke jalan raya, ekonomi ngak kalah antrinya panjang banget. Fiyuuh ahkhirnya dapet antrian yang ke 110 kayaknya, cukup pegel juga.

dari situ, nampaknya ekonomi biasa ngak jalan. lantas dialihkan ke ac ekonomi, itu pun aku denger-denger. berangkat dari sta bogor sudah tampak keganjilan sesak dan padet banget, dan ini mirip kepadetan pas waktu di sta citayam atau bojonggede. huh walaupun di pintu tapi ngak apalah toh di depok baru gue turun juga.

Dan ternyata, sesampainya di Sta depok baru, pintu otomatis tidak bisa dibuka…. lho kok ngak bisa dibuka sih? banyak yang nyangka kalo pintu rusak atau memang sengaja ngak di buka.

berharap bisa turun di sta pondok cina, eh masih ditutup juga, UI di tutup juga, UP ditutup juga dan seterusnya hingga stasiun cawang… bisa dibuka, itupun maksa menarik platuk pintu otomatis karena ada yang merasa kesal dan marah-marah tidak bisa turun.

sedih sekali pas turun di sta cawang, seorang bapak yang  hampir masuk tergilas rel, untungnya ada ruang diantara selah tempat turun kereta dan disitu gue menyaksikan bagaimana ia terseret dan hampir putus antara ruas perut dan kaki karena masuk diantara sela tersebut, teriak bukan main. Ya Rabb, selamatkanlah kami.

yang jadi masalah, kenapa PT. PJKA ngak semua kelas eko ganti semuanya saja biar fair, ngak usah pake acara dalam-perbaikan dan sebaginya, akibatnya penumpang ekonomi dengan leluasa masuk ke dalam ac ekonomi dengan bahkan tanpa karcis eko. Wah gimana ya?

Optimis sajalah

hari ini, mulai lagi dengan tulisan blog yang sempat tertunda menjelang persiapan pernikahan. Rasanya kaku tak terbiasa menulis lagi. :D

inginnya merubah semua tema yang sudah ada tapi rasanya sulit sekali, ada beberapa tulisan yang cukup berkesan dan bersejarah. Ya sayang kalau sampe dihapus…

ayo semangadth… nulis lagi…

New Life ….

wahai jombloku… usai sudah kau menemaniku kini…

karena telah datang sang kekasih pujaan hatiku….

biarlah ku ubah statusku sendiri…

tanpa harus menyesali apa yang akan terjadi nanti…

Thank to All Friend, mudah-mudahan kadonya bermanfaat bagi kami dan mendapatkan pahala yang mengalir tiada henti dan juga bagi yang masih jomblo semoga dimudahkan jodohnya sehingga bisa menyusul seperti kami berdua.

-Barakallahulaka barakallahu‘alaika. Wajama’a bainakuma fii khairin

Semoga Allah melimpahkan berkah semoga
Semoga Allah taburkan kebaikan
Dan semoga engkau berdua dikumpulkan dalam kebahagaiaan
Bila Allah jadikan pernikahan berkah keindahan menjadi kebaikan
Kemesraan dan canda ceria kan menjadi kesucian agung

kapan teman-teman menyusul?

Huh… kehabisan judul tapi mudah-mudahan enak bacanya…
kuliah udah… next step cari kerja….
kerja udah…. next step ??

nikah )*..

mari kita dengar dari seorang pakar web óm leonardo. kata om leo persiapan pernikahan kudu matang… alias kudu siap lahir batin. gitu katanya saat gue chat ama beliau kemaren. emang tak kala persiapan dah siap tapi ada yang satu belum siap maka tidak akan terlaksana…

baiklah… kalo dipikir-pikir faktor umur menjadi ‘musuh terberat’ dalam menentukan keputusan untuk menikah. dikala umur 20 seorang cewe akan mengatakan ’siapa eloh…and siapa gue’… dan ketika umur 30 seorang cewe akan mengatakan “ya… yang penting ada”….. dan  baru ketika umur 40 seorang cewe akan mengatakan “duh sama siapa
aja deh” (but bukan homo ya)…agrhhhh

fiyuuuhh… begitu complex… sampai sampai ada yang bilang, ah ngak mau nikah ah entar aku jadi repot dan etc. tapi coba  perhatikan deh… setiap hari kita yang belum menikahpun pasti mengalami kerepotan menghadapi masalah…
sama aja kan, tapi kalo udah nikah bedanya kalo ada masalah ya… berdua diselesaikannya…

tapi… yang masalah lagi kalo udah siap tapi calonnya belum ada, nah masalah lagi kan? cobalah dengan searching, lirik *_* sana sini, tanya kerabat dekat, temen-temen kampus dan etc lah. Yang penting intinya nyari… so, dari seribu panah yang kau luncurkan tentunya pasti ada satu yang menancap… gitulah pepatahnya…

cheers :)

)* bagi yang udah siap ya….

relative bro… kan cantik bisa di nilai dari sisi mana aja, ya kan! memang ukuran cantik atau tidaknya seorang girl tidak dinilai secara absolute melainkan dari sudut pandang si penilai.

ok, mari kita liat dari sisi mana kita menilai. Pertama ada yang menilai dari segi fisik, wow ini mungkin banyak diminati oleh banyak cowo tentunya. Pandangan mengenai fisik ini sebetulnya sangat normal atau sah-sah saja. karena fisik sendiri biasanya dikriteriakan pada urutan nomber one dalam list memilih kriteria calon pasangan…haha

kedua, mungkin dibilang cantik ngak juga tapi dibilang jelek lebih sulit…. artinya cakep ngak jelek ngak juga…. duh gimana sih nulisnya? begini ia mendeskripsikan dirinya tampil apa adanya. hal ini lah yang membuat dirinya diantara pertengahan kriteria yang biasa-biasa saja…

ketiga, dibilang cantik lebih sulit tapi dibilang jelek paling sulit…. au gimana kalo yang ini? :)

sempurna…

Mencari kesempurnaan yang tiada pernah ada…
ku cari namun tak ada satupun yang sempurna…

namun satu kelemahan merusak kesempurnaan itu…
ia hanya seorang biasa, jauh dari sempurna…

kita pun terjebak dalam lingkaran sempurna…
rasanya harus serba sempurna…

mencari kerja harus sempurna..
mencari istri harus sempurna..
mencari teman harus sempurna..
all about sempurna…

sampai kapan kita menunggu yang sempurna?
apakah kita sendiri sempurna?

Older Posts »