Mau kaya, kudu belajar kaya

Disuatu tempat sebut saja di kebayoran baru, ada seorang pengemis yang datang ke rumah seorang yang sedang duduk diteras rumahnya. Si pengemis seperti biasa kerjaanya tukang meminta-minta. Lalu pengemis tersebut meminta alakadarnya kepada si Blur yang duduk diteras tadi.”pak tolong saya pak, saya belum makan dari kemari”, kata si pengemis. jawab si Blur “Wah… boro-boro makan ngak ada tuh”. Lantas si pengemispun meminta permintaannya yang lain, ” pak kalo tidak ada makanan, air putih juga tidak apa-apa”. jawab si Blur “Huh air juga nggak ada yang lain aja deh”.

Si pengemis mulai mikir, kalo gitu Blur ikut saya aja deh!!! kemana…. “Ngemis”.

dari kisah di atas kita dapat mengambil hikmah, bahwasanya orang yang mau kaya harus belajar jadi orang kaya. memberikan infaq, shodakoh, dan sebagainya kepada orang yang membutuhkan. sebaliknya jika kita ingin menjadi miskin jadilah orang miskin.

Tangan diatas lebih mulia dari pada tangan dibawah, memberi lebih mulia dari pada menerima.

lebih baik orang kaya yang bersyukur dari pada orang miskin yang sombong.