Updates from January, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • erpasoleh 8:14 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    the long jurney 

    ku ayunkan kaki tuk melangkah, pagi hari walaupun hujan yang tak kunjung reda menyirami dunia yang semakin hari makin edan. hah.. itu tak penting bagiku, yang ku pikirkan hari ini adalah bagaimana bisa datang tepat waktu ke kantor tanpa ada mahluk yang namanya kesiangan. walapun berangkat jam 5.44 pagi, ku paksa bangun lebih awal demi mendapatkan jatah duduk yang kata orang rugi sekali kalon naek kreta tidak dapet duduk untuk sekelas pakuan ekpress. Terkadang pilosofi itu tak urung membuat sebagian orang mereferensikannya… gokil memang.

    Gerbong ku hitung, plot duduk sudah otomatis di gerbong 3 bagian depan tentunya. Ya… isinya itu-itu juga orangnya, nggak berubah dan kadang nggak nambah. walaupun begitu ada rasa kekeluargaan yang terlihat berbagi sapa salam menyertai perjalanan di gerbong 3. dari awal emang dah ketebak ceritanya tidak jauh-jauh apa yang sering di obrolkan dan kadang ada sedikit gosip yang “dibilang dewasa” about rumah tangga dan banyolan betawi. si anu tuh… anu dan anu… ledek sana sini congkel kelemahan dan kelebihan orang membuat tawa tergelagak kencang keluar dari penghuni gerbong 3.

    singkat cerita aku pun kadang terbawa oleh cerita-cerita mereka yang kadang menggugah. pengalaman hidup yang lebih panjang dibandingkan gw, membuat sedikit memotivasi gw dalam menjalani hidup ini. the long jurney…. sebuah perjalan hidup abadi manusia yang akan melewati berbagai alam. huh.. begitu panjang dan pastinya tak terbayang alangkah indahnya jika perjalanan panjang ini berakhir di tempat yang kita inginkan, yaitu kedamaian dan kekekalan abadi surga. “dunia ini tak karuan, hidup ini tak karuan, kacau” karena itulah Allah maha adil kenapa menciptakan surga sebagai tempat tinggal yang penuh dengan kenikmamtan yang tiada tara dan tidak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia sekalipun.

    contribute : erpasoleh’s

    Advertisements
     
  • erpasoleh 8:13 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    Hanya ada di Indonesia? 

    Tidak mau diatur dan suka membuat peraturan sendiri membuat sulit sekali kita diterima di masyarakat. Kalo sudah ada tulisan ‘’dillarang merokok” pastilah tidak digubris dan lagi-lagi tidak diperhatikan. Diri pribadi kita memang mempunyai ego yang tinggi sulit untuk diatur oleh orang lain dengan aturan yang sudah ditetapkan, akan tetapi ego kita bermain untuk menolak mentah-mentah aturan yang sudah dibuat dengan susah payah.

    “jangan membuang tissue ke toilet jadi mampet” atau tulisan “jauh dekat Rp. 6000” masih saja ada yang bayar 5000, apa tulisan itu nggak dibaca atau emang nggak bisa baca yaaa? Atau tulisan“dilarang kencing disini” lagi-lagi memang itu tempat satu-satunya dan stategis plus gratis! Mustinya ada kesadaran dalam diri kita, apakah kita mau disamakan dengan tingkah laku binatang? Kencing sembarangan, buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, dan masih banyak lagi yang tidak usah di ekspose.

    Dan terkadang pembuat aturan sendiri suka melanggar apa yang telah ia atur. i.r.o.n.o.i.s namun tidak masuk akal dan susah untuk dicerna. Jadilah manusia yang berbudi pekerti luhur dan menghormati antar sesamanya tanpa memandang perbedaan agama dan ras.

    Stay written

    erpasoleh@gmail.com

     
  • erpasoleh 8:12 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    STRESS, lebih baik ditumpahkan dengan menulis artikel 

    Kalo Anda Stress tumpahkanlah dengan cara menulis artikel, apa itu ide gila? Memang itu agak sedikit aneh dan jarang sekali dilakukan oleh kebanykan orang. Stress memang penyakit yang bukan dibilang akut atau dikategorikan stadim ke x. Tapi hal ini akan membuat stress yang tidak terkendali menjadi ada hasil yang didapatkan dari situ. Memang kedengarannya konyol dan sulit untuk di cerna.
    Bagaimana bisa menulis artikel, (More …)

     
  • erpasoleh 8:10 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    Kebiasaan jelek akan terbawa kemana-mana? 

    Patut kita cermati sikap jelek kita akan berbuah pada tingkah laku kita. Sekecil apapun kejelekan itu -maka akan ditampilkan dengan gaya pribadi masing-masing orang. Hal ini membuat pola baru yang membuat sikap jelek tersebut ternyata hasil dari runtutan kejelekan kecil yang tersusun dan dilakukan secara teratur.

    Keteraturan membuat sikap jelek ini mengembang apa adanya dengan sendirinya. Begitu juga sebaliknya kebaikan kita akan berdampak positif tentunya bagi kehidupan bermasyarakat. Perlu adanya suatu perubahan sikap dari sifat jelek menjadi lebih positive thingking. And stay positive tentunya.

    Buah bibir yang selalu diperbincangkan adalah kenapa tidak ada perubahan antara hari ini orang yang berbuat sikap jelek dengan hari yang sudah ia lewati. Ya boleh lah kita mengacu pada hitungan statistic yang berbau data lapang atau memberikan questioner langsung kepada para sampling.

    Dengan demikian pribadi yang jelek tentunya bisa mengukur seberapa besar dampak pengaruhnya terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain dalam bersikap. Karena ia akan menjadi boomerang memakan image sendiri menjadi kurang baik dimata orang lain. Untuk itu perlu adanya suatu panutan yang dirasa cukup sukses dan pantas untuk kita contoh.

    Stay written

    erpasoleh@gmail.com

     
  • erpasoleh 8:08 am on January 30, 2009 Permalink | Reply
    Tags: windows-7   

    Vista to Windows 7 

    window-7NEW YORK – Meski membuat unduhan Windows 7 Beta dalam satu versi saja, namun Microsoft akan merilis Windows 7 dengan berbagai ‘wajah’. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 6 versi telah dipersiapkan.

    Microsoft dipastikan akan menawarkan Windows 7 dalam banyak versi yang nampaknya akan membingungkan seperti Vista. Ini tidak seperti saingannya, Apple yang hanya merilis satu versi OS dengan semua fitur. Seperti yang dilansir Softpedia, Kamis (5/2/2009), 6 versi OS terbaru tersebut terdiri dari;

    Windows 7 Starter Edition – Ini khusus diperuntukan netbook dan negara berkembang. Pada OS ini Anda hanya mampu menjalankan 3 aplikasi saja secara bersamaan.

    Windows 7 Home Basic – Sama seperti Strater Edition, aplikasi ini lebih ditujukan juga untuk negara berkembang, terlebih bagi pengguna komputer pemula.

    Windows 7 Home Premium – Untuk versi yang satu ini, Microsoft menawarkan pengalaman Windows Media Center dan fitur lain untuk digunakan di rumah.

    Windows 7 Professional – Sama seperti Windows Vista Business yang lebih mengkedepankan aplikasi untuk korporat kecil menengah dengan luang lingkup kerja yang lumayan besar, disini ada beberapa tambahan beberapa fitur keamanan.

    Windows 7 Enterprise – versi ini akan dijual dalam jumlah besar untuk korporat. Dengan sistem ini para perusahaan yang membeli lisensi ini, diharapkan mampu menghemat ongkos pengeluaran.

    Windows 7 Ultimate – Beberapa fitur di dalam Windows 7 Ultimate sama seperti yang ada di versi Enterprise, akan tetapi dapat dimiliki oleh konsumen biasa, karena dijual bebas oleh Microsoft.

     
  • erpasoleh 8:05 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    pola pikir yang selalu berubah 

    the next episode

     
  • erpasoleh 8:03 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    Sarjana seharusnya tak begini 

    Lagi-lagi sarjana, emang nggak penting untuk dibahas tapi menarik untuk diketahui. Betapa banyak dari para lulusan sarjana yang setelah lulus tidak tau kemana arah. Apakah langsung masuk kerja atau menikah dulu baru bekjerja so, itu hanya sekedar pilihan. Tapi yang ditekankan disini bahwa sarjana didik untuk ditempatkan/mencari pekerjaan bukan diciptakan untuk membuat/mengcreate mencipatakan lapangan pekerjaan sebagaimana mestinya. Hal ini guna mendorong/ mengurangi tingkat penggangguran yang semakin banyak.
    Kembali ke system pendidikan kita, masih adakah upaya untuk merubah kurikulum yang sudah statis dan ketinggalan jaman itu! Kita seharusnya becermin pada system pendidikan di Negara maju yang mau mengikuti perkembangan jaman. Tak ayal anak SD di India saja sudah bisa membuat basis data dan algoritma pemrograman. Di Indonesia SD saja masih harus harus belajar menglafal huruf dan angka uh begitu jauh ketinggalannya.
    Dimana letak kesalahan kita sebenarnya. Pertanyaan yang sebetulnya gampang di cari solusinya akan tetapi lagi-lagi birokrasi yang bermain dalam hal ini. Kembali ke sarajana , mengingat emang kembali kepada factor untuk mengikuti kuliah itu sendiri barangkali ada yang sekedar mencari gelar doank atau hanya sekedar tuntutan orang tua atau hanya sekedar gengsi-gengsian masuk universitas yang terkemuka dan termahal. Apapun itu, berapa lama budaya ini akan tetap dipertahankan.
    Seorang sarjana harusnya di charge supaya memiliki jiwa entrepreneur. Sehingga apabila ia telah selesai studinya ia tidak akan kecewa jika tidak mendapat pekerjaan, malah ia akam membuka usaha untuk membuka lapangan pekerjaan. Memang seorang lulusan sarjana itu punya gengsi yang cukup tinggi takut nyali membuka usaha sendiri, tak bernyali karena title yang sudah menempel di belakang namanya. Padahal yang menentukan sukses atau tidaknya seseorang bukan dari title nya malah dari sOft skill  dan hard skill yang ia dapatkan sewaktu masih di bangku kuliah.

     
  • erpasoleh 8:02 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    indonesia kapan dikau maju 

    the next episode

     
  • erpasoleh 8:00 am on January 30, 2009 Permalink | Reply  

    jadilah orang kreatif supaya jadi nggak miskin! 

    kretif bukan sesuatu yang harus dibeli dengan harga mahal

     
  • erpasoleh 7:47 am on January 13, 2009 Permalink | Reply
    Tags: mutu PT, Peningkatan pendidikan   

    Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi 

    Ada beberapa faktor yang dapat mendongkrak suatu Universitas atau Institusi antara lain:
    1. Tersedianya Laboratorium, perpustakaan sarana dan prasarana yg memadai.
    2. Penelitian yang dilakukan oleh dosen dengan melibatkan mahasiswa juga unit-unit yang berkepentingan.
    3. Adanya Himpunan alumni guna menyalurkan bagi para lulusan.
    4. Peningkatan mutu para pengajar bagi dosen untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3
    5. Bila terjadi penurunan calon mahasiswa usahakan semaksimal mungkin mempromosikan program studi ke SMA/MA secara intensif.
    6. Kurikulum ditinjau dan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan pendidikan terkini alias up-to-date
    7. Suasana akademik (academic atmosphere) yang kondusif
    8. Adanya seminar/workshop untuk menyajikan makalah bagi dosen
    9. Perlu dibentuk Lembaga Jaminan Mutu
    10. Adanya sistem informasi berupa intranet dan internet untuk memudahkah proses administrasi
    11. Adanya jurnal atau karya ilmiah dari dosen untuk meningkatkan kualitas dosen.
    12. Dan yang paling penting lagi, jangan terlalu menggantungkan biaya operasional kampus kepada mahasiswa, tindakan ini tidak akan mengembangkan kampus.
    -UntukMu Indonesia-
    14 january 2009 masih dalam suasana hujan lebat

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel