Copet Juga Manusia

Ini mungkin kejadian yang sering aku lihat sendiri, tapi mudah-mudahan aku tak akan pernah mengalaminya. Kejahatan klasik sejak jaman dulu hingga jaman sekarang ini, profesi copet yang kian makin marak saja. Lagi –lagi di dalam angkutan umum, angkutan kereta api.

Sore itu , aku melihat yang ke-dua kalinya. Pertama aku melihat di station bogor, tapi hari lagi sial si copet ketangkep basah ketauan. Babak belur seperti buah semangka yang genjur di hantam dari berbagai sisi dan arah juga dengan pukulan yang beraneka ragam, jujur diri ku pun pengen memukul tapi gw masih punya hati. Kalo di pikir-pikir muka copet itu kok tebal ya? Tebal karena tidak punya rasa malu,

Jumát sore seperti biasa station depok baru tempat kedua singgah pulang kerja, reme banget apalagi ditambah orang-orang yang hilir mudik nggak jelas, nggak jelas karena mereka sebetulnya copet professional. Tak mau kelihatan sebagai kapasitas copet ahirnya samar-samar seprti seorang eksekutif muda yang bergadeng membawa laptop.

Kalo kita analisis lebih lanjut, mungkin dari tatap mukanya saja sudah jelas, semacam aura copet gitu, kalo di kreta biasanya copet bergelantungan di pintu-pintu. Jangan salah setelah melakukan pengamatan ternyata di pintu-pintu tidak hanya 1 orang saja tetapi bergerombol serperti grup band music.

Pertanyaan yang sangat mendasar, mengapa orang mencopet? Something wrong?Lantas apa yang harus bantu kepada mereka lantaran mereka juga saudara kita akan tetapi profesinya saja yang tidak kita sukai.

Untuk sebatas pikiran saya memang saya punya persepsi yang positif. Barangkali mungkin karena tidak punya pekerjaan lantas mencopet, atau karena bakatnya mencopet? Di dunia ini rasa-rasanya saya belum pernah mendengar di Negara manapun ada sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus copet, kalopun ada fyuuuh…. konyol banget.

Dan saya pun belum pernah mendengar bahwa profesi copet dapet mensejahterakan. Gimana sejahtera, orang yang kecopetan saja menyumpah serapah dengan kata-kata yang kurang bijaksana dan kurang elegan.

Bagi saudaraku pencopet diluar sana yang sedang bertugas pesan saya, jangan sampai pencopet di copet? sesuatu hal yang memalukan bagi profesinya. Ubahlah profesi anda, sayang dunia ini bukan tempat untuk mencopet, tapi untuk menaman, menaman lading amal kemudian kita petik buahnya di akhirat nanti….

Renungan minggu yang tenang di tabor dengan hujan yang lebat.