Shopalistic and Workaholic

Ada apa dengan shopalistic?  Penyakit ini bisa menyerang siopo  bae dari umur yang masih kecil sampai yang udah tua. Belanja-dan-belanja, itulah yang ada di benak seorang shopalistic. Apa penyebab orang bisa mengidap shopalistic? Jawabannya simple saja, karena mereka tidak menyadari bahwa barang-barang yang dibeli adalah barang-barang yang bersifat tidak urgent. Membeli barang hanya karena ingin memilikinya atau membeli karena murah dan sebagainya. Rasa ingin memiliki juga berpengaruh terhadap penyakit shopalistic. Sekarang bedakan mana yang Urgent dan mana yang tidak urgent. Apakah kita membeli dengan berbagai pertimbangan ataukah hanya karena nafsu saja.. so thing again.

Nah, workaholic juga gitu, kerjaaaa melulu… kalo nggak kerja sehari rasanya seperti libur satu minggu. Penyakit ini bukan penyakit turunan tapi penyakit yang dibuat sendiri dengan berbagai alas an dan kesimpulan yang mendalam. Apakah saya termasuk workaholic? Tanya aja pada diri Anda sendiri, jawab sendiri dan Apa benar saya ini seorang workaholic? Kecenderungan orang yang mempunyai sifat workaholic adalah dia menderita atas apa yang ia kerjakan sedangkan orang lain yang menikmati hasilnya, bukan begitu. Berapapun jam kerja seorang workaholic pasti ia akan mengabaikan berbagai macam keadaan seperti tidak bisa lagi bertemu dengan anak istri, tidak bisa lagi mengantarkan anak kesekolah sehingga ia tidak mendapat perhatian langsung. Hal ini akan berakibat fatal jika tidak di stop. Anak akan bertumbuh dewasa seiring dengan waktunya, ia tidak akan memperdulikan ayahnya karena tidak ada perhatian lagi.

Namun Apa yang akan terjadi jika kita punya penyakit shopaholic dan workaholic ? hanya diri Anda yang bisa menjawabnya?