Do you like it, Sebuah Renungan Umur!

Apa pernah kita bermimpi kita sudah tiada? Apa rasanya, dan bagaimana dengan harta yang ditinggalkan anak-anak yang lucu dan sebagainya? Lalu di dalam mimpi itu ada semacam penyesalan yang luar biasa. Tak sempat lagi menghirup udara segarnya bumi, tak bisa lagi bertemu dengan istri yang cantik, dan banyak lagi. Lalu, dalam kematian itu seorang berkata, “ya Allah tolonglah kembalikan aku ke dunia, aku berjanji akan memperbaiki semua amal-amalanku ”. dan apa boleh buat tidaklah berguna segala macam penyesalan jikalau kematian sudah tiba waktunya. Tidak bisa dimajukan apalagi dimundurkan sedikitpun.
***
Apakah kita sudah berfikir jauh kesana memikirkan kematian kita? Apakah kita sudah cukup bekal amal baik kita untuk menuju tempat terakhir kita? Dunia sekali lagi menipu diri kita dan terjebak dalam surganya dunia. Saya jadi ingat kembali tentang bahwa kenikmatan surga itu 1%-nya itu diturunkan di dunia? Kemana yang 99%? 99% itu di surga nantinya. Apakah kita tidak tertarik untuk yang 99% dari pada mengejar yang 1% ini. Dunia hanya tempat transit. Mampir sebentar untuk kemudian melanjutkan ke perjalanan berikutnya. Dunia adalah tempat transit yang kedua setelah di alam ruh kemudian alam barzah lalu terakhir alam akhirat. Dan coba anda bayangkan perbandingan 1 hari di dunia sama dengan 1000 hari di akhirat so, Think again!