Oh…ibu, never ending story!

Memang dari sinilah mulai awalnya suatu cerita. cerita dimana begitu banyak menumpahkan air mata karena tak kuasa menahannya. kekuatan cinta yang begitu dalam masih begitu terasa dihati kami seolah tak mau beranjak dan masih tetap bersemayam didalam hati ini.

ibu yang kami cintai. Kamipun tahu bahwa ibu sudah kesekian kalinya keluar masuk rumah sakit. Sangking semangatnya ibu pun tak henti-hentinya bagaimana supaya penyakit yang saat ini diderita menjadi hilang. alangkah bahagianya kami jikalau permintaan kami ini benar-benar dikabulkan oleh Allah swt. permintaan
supaya ibu bisa kembali bertatap muka bersama kami, berbincang dan sebagainya.

tapi, dari raut wajah ibu tersirat wajah dengan goresan keletihan, letih karena setiap waktu ibu selalu memikirkan dan memikirkan kami semua. Namun tak sedikitpun keluh kesah yang keluar dari wajah ibu, ibu hanya bisa berkata, “ya, mudah-mudahan penyakitnya bisa segera sembuh”.

dan akhirnya waktu yang dinanti, keputusannya ibu harus dioperasi. Ternyata selama ini ibu mengalami tulang retak di bagian pinggang. Subhanallah, ini tak terbayangkan sebelumnya. Memang saya sendiri menyangka bahwa ibu mengalami penyakit osteoporosis alias penyakit tulang.

Disana, dirumah sakit Internasional Bintaro ibu pun harus menjalani operasi tulang belakang. sabtu 4 april, dari jam 4 sore sampai jam 7 lebih 30 menit. dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. sangking penasarannya kami pun tak tenang menantikan kabar dari ibu dan setelah tahu bahwa operasinya berjalan lancar dan pupus sudah kegelisahan yang melanda diri kami. kami puun semuanya tersenyum menyambut kedatangan ibu kembali.

dan kebahagian pun lengkap sudah dengan lahirnya seorang bayi perempuan yang selama ini di idam-idamkan oleh teh dedeh. anehnya bayi perempuan ketika baru lahir telah divonis meninggal oleh sang dokter, pupus sudah lah dan tak ada lagi harapan. Semuanya terasa sesak didada semuanya terdiam tak bisa berbicara sambil membayangkan betapa sedinya kalo melihat teh dedeh dan pak yayat. Dan kira-kita selang setelah 30 menitan, bayi yang divonis telah meninggal dunia itu, tiba-tiba menangis, sontak semuanya gembira dan kejadian ini baru pertama kali dialami oleh teh dedeh. Subhanallah, jilakau memang Allah sudah berkehendak untuk tetap hidup kenapa tidak, Allah maha kuasa atas segala sesuatu.

Bogor,sabtu-minggu 4-5 april 2009