Updates from March, 2014 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • erpasoleh 6:36 am on March 3, 2014 Permalink | Reply  

    Pencarian sampai ke luar negeri ? 

    jauh

    Ada yang aneh di PDPT, kaget pas saat pilih provinsi keluar pilihan LUAR NEGERI? emang ada ya PT yang diluar negeri yang masuk data PDPT

     
  • erpasoleh 1:23 pm on July 4, 2011 Permalink | Reply  

    Kudu Kumaha 

    Based on the fact, Rider dengan menggunakan motor Honda Fit lebih Irit, Ini terbukti PP (Pulang Balik) bogor-fatmawati hanya menghabiskan 2.3 liter air premium (Kalo di rupiahkan sekitar 10 rb only). Sirkuitnya begitu panjang dari Jl Raya Parung ampe pondok cabe – turn right pondok labu dan lurus aja…

    Ada beberapa faktor yang tidak terduga, namun terpaksa saya harus beritahukan, yang pertama adalah :

    • Kecepatan harus konstan about 40-60 km (koneksi stabil)
    • Gas harus proporsional dan tidak terlalu main gas (gas game)
    • rantai dan segala sela harus dilumasi agar semua bekerja dengan baik
    • Perhatikan Busi dan Aki (“not granfa”)
    • tekanan ban kirasaran tekanan 30 ( jangan telalu empuk )
    • safty first (SNI, Spion, Lampu, Jacket, Spatu) etc lah

    ya itu saja… mudah mudahan Anda masih mau membaca tulisan saya ini!

    ah…. ngantuk

     
  • erpasoleh 6:14 am on August 20, 2009 Permalink | Reply  

    Gede kalo di hitung 

    Kalo para perokok tau bahwa bugjet yang di keluarkan itu ternyata gede buanget, misalkan :

    Rokok merk A:

    1 batang =Rp. 350

    1 hari = 24 Batang = 350 x 24 = Rp 8400 /hari

    1 minggu = Rp. 8400 x 7 =Rp. 58.800/minggu

    1 bulan =Rp 58.800 x 4 = Rp 235.200/bulan

    1 tahun = Rp 235.200 x 12= Rp. 2.822.400/tahun

    wow 1 tahun untuk para Smokers dapat menghabiskan biaya Rp. 2.822.400/tahun sungguh luar biasa…

     
  • erpasoleh 2:57 am on July 27, 2009 Permalink | Reply  

    kenapa harus malu 

    out of topic

     
    • thexwarrior 4:19 am on July 28, 2009 Permalink | Reply

      Beuh, serem banget….

      Ga tau nih, transportasi di Indonesia emang acak2an. Ckckckc…

  • erpasoleh 3:58 am on July 2, 2009 Permalink | Reply  

    Optimis sajalah 

    hari ini, mulai lagi dengan tulisan blog yang sempat tertunda menjelang persiapan pernikahan. Rasanya kaku tak terbiasa menulis lagi. 😀

    inginnya merubah semua tema yang sudah ada tapi rasanya sulit sekali, ada beberapa tulisan yang cukup berkesan dan bersejarah. Ya sayang kalau sampe dihapus…

    ayo semangadth… nulis lagi…

     
  • erpasoleh 12:52 am on May 27, 2009 Permalink | Reply  

    gimana sich cara menilai cantik bro? 

    relative bro… kan cantik bisa di nilai dari sisi mana aja, ya kan! memang ukuran cantik atau tidaknya seorang girl tidak dinilai secara absolute melainkan dari sudut pandang si penilai.

    ok, mari kita liat dari sisi mana kita menilai. Pertama ada yang menilai dari segi fisik, wow ini mungkin banyak diminati oleh banyak cowo tentunya. Pandangan mengenai fisik ini sebetulnya sangat normal atau sah-sah saja. karena fisik sendiri biasanya dikriteriakan pada urutan nomber one dalam list memilih kriteria calon pasangan…haha

    kedua, mungkin dibilang cantik ngak juga tapi dibilang jelek lebih sulit…. artinya cakep ngak jelek ngak juga…. duh gimana sih nulisnya? begini ia mendeskripsikan dirinya tampil apa adanya. hal ini lah yang membuat dirinya diantara pertengahan kriteria yang biasa-biasa saja…

    ketiga, dibilang cantik lebih sulit tapi dibilang jelek paling sulit…. au gimana kalo yang ini? 🙂

     
  • erpasoleh 9:08 am on May 26, 2009 Permalink | Reply  

    sempurna… 

    Mencari kesempurnaan yang tiada pernah ada…
    ku cari namun tak ada satupun yang sempurna…

    namun satu kelemahan merusak kesempurnaan itu…
    ia hanya seorang biasa, jauh dari sempurna…

    kita pun terjebak dalam lingkaran sempurna…
    rasanya harus serba sempurna…

    mencari kerja harus sempurna..
    mencari istri harus sempurna..
    mencari teman harus sempurna..
    all about sempurna…

    sampai kapan kita menunggu yang sempurna?
    apakah kita sendiri sempurna?

     
  • erpasoleh 7:23 am on April 29, 2009 Permalink | Reply  

    Mengeluh hanya menambah beban kerjaan 

    Tanpa kita sadari mengeluh memberikan efek yang luar bisa pada pekerjaan sehari-hari. Terkadang masalah yang seharusnya bisa diselesaikan sendiri malah dibawa-bawa ke kantor bahkan dicampuradukan dengan masalah rekan kerja sendiri yang semakin berbobot saja masalah yang dihadapinya.

    telepas dari itu, masalah hanya sebuah tempat yang bersifat sementara yang terkadang harus bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat juga.mengapa harus diselesaikan dengan singkat saja? karena Sudah ada masalah yang sedang menunggu Anda didepan yang harus diselesaikan dan bukan untuk
    dikeluhkan.

    Ya.. memang masalah yang timbul bisa juga kita pendam selama jarak waktu yang cukup lama. Masalah ini bisa kita save dalam pikiran kita yang lama-kelamaan akan menjadi sebuah spidol permanent yang tertulis di otak kita. Bayangkan kalo semua masalah yang dihadapi tidak kita selesaikan, ini berarti semakin banyak
    tulisan permanent dalam otak kita sendiri.

    Tulisan-tulisan itu akan menjadi beban pikiran yang luar biasa. Boleh jadi akan menjadi sebuah dilema yang merugikan diri kita sendiri. Masalah yang terpendam dan terlalu ditumpuk berlarut-larut akan membuat diri kita menjadi terpuruk dan berdampak pada perilaku kita yang cenderung lebih kaku dan egoistis.

    Berdamailah dengan Diri Anda sendiri dan Masalah yang kita hadapi. Itulah sebabnya Masalah akan bisa diselesaikan jika kita mau berdamai dengan diri Kita Sendiri, Menerima dengan ikhlas setiap masalah yang dihadapi, karena dengan masalah ini juga akan tampak manusia-manusia sejati yang lahir dari

    mari berzakat :p

     
  • erpasoleh 12:37 am on April 28, 2009 Permalink | Reply  

    pagi ganteng, sore amburadul… 

    Ada kalanya pada jam-jam tertentu kita akan merasakan indahnya tampannya diri kita dan Cantiknya diri kita. Ada kalanya jeleknya diri kita suatu ketika pada jam-jam tertentu pula. Inilah hukum relative yang susah sekali untuk kita absolutkan secara penuh. Dalam keseharian aktivitas yang berbeda dan ruang waktu juga bisa mempengaruhi situasi dan kondisi kita.

    Memang pujian itu terkadang perlu juga untuk mengharmonisasikan terhadap pasangan kita. ya walaupun saya sendiri belum mempunyai pasangan… hehe. Tapi pertanyaannya adalah kenapa musti saling puji sih? Menurut sekelompok peneliti dari Amerika bahwa saling memuji bisa menguatkan pasangan satu sama lainnnya.

    Apapun face pasangan Anda, cobalah terima ia apa adanya sehingga tidak ada lagi yang namanya kerenggangan yang sering terjadi. Hal detailpun kudu bisa anda ungkapkan sobat, Katakanlah pada pasangan mu sobat, wah kau cantik sekali hari ini…. atau wah kau ganteng sekali pagi ini…

    Tapi jika kebalikannya ‘Pagi jelek, sore tambah jelek lagi…?’ apalagi kalo udah pake kata ‘tumben’, wah tumben hari ini kau ganteng sekali? atau wah tumben kau hari ini cantik sekali? au ah gelap.

    thank to zakat 😀

     
  • erpasoleh 12:35 am on April 28, 2009 Permalink | Reply  

    beeuh…Bego sampe ke tulang 

    Kalo udah bercanda wah.. memang parah banget apalagi kalo dah keluar kata-kata ‘Bego sampai
    ketulang’ bÊk, dalem…

    Bego sendiri adalah bukan hasil dari pelajaran yang ada disekolah, kalaupun saya harus menelusuri asal muasal kata bego saya benar-benar tidak tahu. Al-hasil bego sendiri bukan berasal dari bahasa ilmiah melainkan sebuah hasil dari penilaian yang sangat dangkal dan sempit. Mana yang lebih tepat, Manusia itu bego atau
    Manusia itu malas?

    Manusia itu malas, right answer. Kenapa Manusia itu bego ? karena manusia itu malas. Mirip sebuah kalimat sebab-akibat sobat.

    Intinya statment Bego sampe ke tulang itu kudu di telaah lagi… bisa aja yang ngomong justru orang yang paling jenius dan cerdas…. terkadang bisa bego juga sih?

    budayakan berzakat :p

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel