Updates from September, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • erpasoleh 6:10 am on September 6, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ios 4.1   

    IOS 4.1 akan di launch 8 september 

    Meskipun CEO Apple Steve Jobs mengatakan pada hari Rabu bahwa IOS 4,1 akan datang untuk iPhone dan iPod sentuh minggu yang akan datang, namun ia tidak memberikan tanggal pastinya. Tampaknya webmaster situs Apple Inggris telah menempatkan beberapa info berbeda yang di AS, dengan situs mereka memberi tanggal pastinya yakni 8 September

    Situs AS terus mengatakan “Coming Soon,”/segera tapi kami akan mengasumsikan bahwa alih-alih membuat dua kesalahan (tanggal posting, dan posting tanggal salah) bahwa 8 September benar. Hal ini juga masuk akal karena menyentuh iPod baru akan di launch pada September 8, dengan IOS 4,1 pra-instal.

    Advertisements
     
  • erpasoleh 4:31 am on April 7, 2009 Permalink | Reply  

    9 April 2009 

    Ingat mengingatkan jangan GOLPUT pada tanggal 9 April 2009,

    GOLPUT = Pilihan orang yang paling bodoh

    Pilihlah partai yang sesuai dengan keyakinan Anda.

    GUNAKAN HAK PILIH ANDA!
    JANGAN GOLPUT HANYA KARENA DISURUH GOLPUT.
    HANYA ORANG BODOHLAH YANG MAU DISURUH GOLPUT.

     
  • erpasoleh 11:39 am on March 7, 2009 Permalink | Reply
    Tags: film kambingjantan, kambingjantan   

    Raditya Dika si Kambing Jantan 

    Hebat euy kang Radith. Film yang digarap cukup bagus dan menghibur. ceritanya memang tak jauh dari Blog dan buku itu sendiri. Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka berbeda. emangnya enak udah kuliah di australia terus nggak klop lagi sama jurusannya ‘finance’

    berawal dari iseng menulis di blog, lalu kemudian dicetak kedalam novel lalu diangkat ke layar lebar. sip lah gw jadi terinspirasi.

    Raditya blog

     
  • erpasoleh 12:01 pm on February 23, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Slumdog Millionaire   

    Slumdog Millionaire film terbaik 

    Film sukses Inggris Slumdog Millionaire meraih dua penghargaan utama di Academy Awards sehingga menggondol delapan Oscar termasuk sutradara dan film terbaik.

    Di malam keberhasilan bagi Inggris, Kate Winslet merebut penghargaan aktris terbaik untuk The Reader, sekaligus puncak prestasinya setelah enam kali dinominasikan.

    Kejutan malam di Academy Awards dialami Sean Penn, dengan gelar aktor terbaik bagi perannya sebagai pegiat hak-hak gay Harvey Milk.

    Malam itu milik Slumdog Millionaire, kisah untuk menjadi jutawan yang menggetarkan para penonton di seluruh dunia.

    Sutradaranya Danny Boyle, 52 tahun, ketika menerima penghargaan itu mengatakan, “Saya bersumpah (kepada anak-anak saya) jika keajaiban ini terjadi saya akan menerimanya dengan semangat Tigger.”

    Film yang berlatar belakang kawasan kumuh di Mumbai, meraih delapan penghargaan termasuk skenario adaptasi terbaik, sinematografi terbaik, mixing suara terbaik, editing film terbaik, lagu original dan lagu terbaik.

    Komposer India AR Rahman, yang menerima dua Oscar, memuji Mumbai yang menginspirasikan lahirnya buku itu dan kemudian film.

     
    • oberoi 10:42 am on March 4, 2009 Permalink | Reply

      i am not yet watching this film…
      Not comment…!!!!!!!

    • Zahra 10:43 am on May 7, 2009 Permalink | Reply

      It’s cool…

      QrenZz…

  • erpasoleh 6:10 am on May 28, 2008 Permalink | Reply  

    Jakarta is hot today 

    Memang kalo jakarta udah semraut panas lagi suasananya!

     
  • erpasoleh 8:07 am on May 13, 2008 Permalink | Reply  

    100 tahun kebangkitan nasional 

    Boleh percaya atau tidak yang namanya manusia itu adalah makhluk sosial. Dimanapun ia berada pasti butuh yang namanya manusia. Hal ini mendorong niat baik kita saling bantu membantu antar sesama manusia. Hampa rasanya jikalau kita hanya memikirkan untuk diri kita sendiri. Sebut saja kata orang klasik disebut juga sebagai ‘Ego’, merasa paling benar apa yang ia perbuat.

    Hanya sekedar mengingatkan saja, Bangsa Indonesia ini sudah pada posisi yang memprihatikan. Sebut saja angka statistik untuk jumlah pengangguran semakin hari semakin menaik, angka jumlah kemiskinan makin banyak, apakah hati kita diam saja, hanya melihat dan menonton saja, apakah hati kita tidak tergerak melalukan sekedar sedikit perubahan. Mungkin hanya orang yang mempunyai hati yang bisa melakukannya.

    Memberi dan berbagi antar sesama memang sudah menjadi rangkain klasik dahlulu. Banyak yang menyerukan untuk kita tergerak membantu mereka yang kekurangan. Andaikan kita sepeti mereka pasti tak tega melihatnya. Kesedihan yang amat panjang bisa kita beri dengan sedikit yang kita punya agar mereka dapat merasakan seperti yang kita rasakan.

    Bangkitlah  Indonesiaku!

     
  • erpasoleh 2:22 pm on April 29, 2008 Permalink | Reply  

    sorry for the inconvenience 

    sorry for the inconvenience
     
  • erpasoleh 3:29 am on February 20, 2008 Permalink | Reply
    Tags: pelamar kerja, wawancara kerja   

    Wawancara kerja, siapa bilang susah ? 

    Wawancara kerja saat ini merupakan salah satu cara yang sangat populer sebagai salah satu metode untuk menyeleksi karyawan. Bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah wawancara kerja seringkali merupakan metode yang paling diandalkan, mengingat biaya yang dikeluarkan relatif murah dan “user” (baca: atasan) dapat langsung bertatap muka dengan si pelamar.

    Bahkan pada jabatan tertentu wawancara kerja bisa dilakukan berkali-kali, sebelum calon karyawan diputuskan untuk diterima bekerja. Sementara bagi parapencari kerja, wawancara kerja mungkin sudah dianggap
    sebagai “menu sehari-hari” yang harus dilalui sebelum resmi diterima bekerja. Anehnya, meskipun sudah memahami betul bahwa wawancara merupakan suatu hal yang biasa dilalui dalam melamar pekerjaan, banyak
    sekali para pelamar yang tidak siap untuk menghadapi
    wawancara kerja.

    Tidak jarang mereka merasa langsung gugup bahkan patah semangat ketika dipanggil untuk wawancara, karena sudah seringkali gagal. Forum konseling dalam website ini banyak dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut bagaimana cara menghadapi wawancara kerja.

    Para penanya tersebut banyak yang menceritakan bahwa mereka telah berkali-kali gagal “melewati” wawancara kerja meskipun diakui bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh “recruiter” (petugas rekrutmen & seleksi) relatif sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain tempat mereka melamar pekerjaan.

    Ada juga penanya yang mengatakan bahwa ia berkali-kali selalu lolos dari semua metode seleksi yang lain (test tertulis,psiko test, dan test ketrampilan) tetapi tetap gagal ketika wawancara.

    Permasalahan diatas menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh
    apa sebenarnya wawancara kerja. Mengapa wawancara kerja ini penting dilakukan dan mengapa banyak pelamar yang gagal dalam menjalani
    wawancara kerja tersebut. Lalu kemudian apa saja yang
    harus dilakukan oleh para pelamar untuk menyiasati wawancara kerja supaya berhasil.
    Tujuan Wawancara Kerja

    Wawancara kerja (job interview) saat inimerupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas
    wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.

    Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka “performance” (baca: proses & hasil) wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.

    Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan,
    dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan

    gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di
    dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa
    mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi
    dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia
    diberi kesempatan untuk membuktikannya.

    Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah
    satu cara untuk menemukan kecocokan antara
    karakteristik pelamar dengan
    dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki
    pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan
    yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari wawancara
    kerja adalah:

    • Untuk
      mengetahui kepribadian pelamar

    • Mencari
      informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan
      jabatan

    • Mendapatkan
      informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan
      dan perusahaan

    • Membantu
      perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar
      yang layak untuk diberikan penawaran kerja.

    Teknik
    Wawancara Kerja

    Dua
    teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan
    dalam melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja
    tradisional dan wawancara kerja behavioral. Dalam
    prakteknya perusahaan seringkali mengkombinasikan
    kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih
    akurat.

    • Wawancara kerja tradisional menggunakan
      pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti “mengapa
      anda ingin bekerja di perusahaan ini”, dan
      “apa kelebihan dan kekurangan anda”.
      Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara
      tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan
      si pelamar dalam berkomunikasi menjawab
      pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi
      dari jawaban yang diberikan. Selain itu
      pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak
      bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam
      surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara
      kerja tradisional, recruiter biasanya ingin
      menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah
      si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan
      kemampuan untuk melakukan pekerjaan, apakah si
      pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang
      sesuai dengan harapan recruiter, dan apakah
      si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan
      memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya
      perusahaan.

    • Wawancara kerja behavioral didasarkan pada
      teori bahwa “performance” (kinerja) di
      masa lalu merupakan indikator terbaik untuk
      meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang (baca:
      ketika bekerja). Wawancara kerja dengan teknik ini
      sangat sering digunakan untuk merekrut karyawan
      pada level managerial atau oleh perusahaan
      yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan
      masalah-masalah kepribadian. Wawancara kerja
      behavioral dimaksudkan untuk mengetahui respon
      pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi
      tertentu sehingga pewawancara dapat melihat
      bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan
      dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan
      yang biasanya diajukan antara lain: “coba
      anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal
      mencapai target yang ditetapkan”, dan “berikan
      beberapa contoh tentang hal-hal apa yang anda
      lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa
      proyek sekaligus”. Untuk menjawab
      pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar perlu
      mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi,
      tindakan dan hasil yang terjadi pada saat yang
      lalu. Selain itu, sangat penting bagi pelamar
      untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut
      dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara
      rinci gambaran situasi yang dihadapinya. Untuk itu
      diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik
      dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam
      wawancara ini sangat tergantung pada
      kemampuan
      pelamar dalam menggambarkan situasi yang
      berhubungan dengan pertanyaan pewawancara secara
      rinci dan terfokus.
      Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus
      dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal: (1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu, (2)
      menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk
      merespon situasi yang terjadi, (3) menceritakan
      hasil yang dicapai, dan (4) apa hikmah yang
      dipetik dari kejadian tersebut (apa yang
      dipelajari). Dalam wawancara behavioral ini teknik
      yang paling sering dipergunakan adalah yang
      disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R.


    Situation

    or

    Problem

    or


    Task

    Pelamar
    diminta untuk menggambarkan situasi yang terjadi
    atau tugas-tugas yang harus dilaksanakannya pada
    masa lalu. Pelamar harus menggambarkan situasi
    atau tugas tersebut secara spesifik, rinci dan
    mudah dipahami oleh pewawancara. Situasi atau
    tugas yang digambarkan dapat berasal dari
    pekerjaan sebelumnya, pengalaman semasa sekolah,
    pengalaman tertentu, atau berbagai kejadian yang
    relevan dengan pertanyaan si pewawancara


    Action

    Pelamar
    diminta untuk menggambarkan tindakan-tindakan
    yang diambil dalam menghadapi situasi / masalah
    / tugas di atas. Dalam hal ini pelamar harus
    bisa memfokuskan pada permasalahan. Meskipun
    mungkin permasalahan yang ada ditangani oleh
    beberapa orang atau team, pelamar harus
    memberikan penjelasan tentang apa saja
    peranannya dalam team tersebut – jangan
    mengatakan apa yang telah dilakukan oleh team
    tetapi apa yang telah dilakukan pelamar sebagai
    bagian dari team.

    Results

    Pelamar
    diminta menjelaskan hasil-hasil apa saja yang
    dicapai. Apa saja hambatan yang terjadi jika
    hasil tidak tercapai. Apa yang terjadi kemudian
    setelah permasalahan tersebut selesai dikerjakan.
    Lalu apa pelajaran yang dapat dipetik oleh
    pelamar dari kejadian tersebut.


    Jenis Wawancara Kerja

    Dalam
    dunia kerja, dikenal beberapa tipe wawancara kerja
    sebagai berikut:

    • Wawancara
      Seleksi (Screening Interview)
      .

      Jika pelamar atau kandidat untuk menduduki jabatan
      berjumlah lebih dari satu orang maka dilakukan
      wawancara kerja untuk menyeleksi siapa diantara
      kandidat tersebut merupakan kandidat yang paling qualified
      sehingga bisa dilanjutkan ke tahap seleksi
      berikutnya. Wawancara seleksi biasanya berlangsung
      singkat antara 15 – 30 menit.

    • Wawancara
      Telepon (Telephone Interview)
      .
      Demi menghemat biaya dan efisiensi waktu, banyak recruiter

      yang melakukan wawancara kerja melalui telepon.
      Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi
      sewaktu-waktu, sebab seringkali recruiter
      tidak memberikan pilihan bagi pelamar untuk
      menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai
      melalui telepon.

    • Wawancara
      di Kampus / Sekolah (On-Campus Interview)

      . Meskipun tidak banyak perusahaan yang melakukan
      wawancara kerja di kampus, namun untuk
      perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari para
      lulusan untuk dilatih lebih lanjut, cara ini
      dinilai sangat efektif karena memberikan akses
      bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan
      kandidat terbaik yang mungkin sangat sulit
      diperoleh jika menunggu para kandidat tersebut
      datang melamar.

    • Wawancara
      di Pameran Kerja
      (Job Fair Interview)
      . Pameran
      kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan
      dengan para pencari kerja. Pada pameran kerja
      biasanya, perusahaan memberikan berbagai informasi
      mengenai perusahaannya, menerima surat lamaran dan
      CV dari pengunjung (pencari kerja), bahkan tidak
      jarang para recruiter langsung melakukan wawancara
      di stand (booth) mereka. Di Indonesia
      memang pameran seperti ini masih sangat jarang
      dilaksanakan jika dibandingkan dengan pameran
      otomotif, rumah maupun furniture.

    • Wawancara
      di Lokasi Kerja (On-Site Interview).

      Ketika seorang kandidat telah lolos dalam tahap
      wawancara seleksi, seringkali perusahaan
      mengundang kandidat tersebut untuk melihat secara
      langsung lokasi kerja. Pada kesempatan tersebut recruiter
      biasanya langsung melakukan wawancara secara
      mendalam. Bagi pelamar yang belum memiliki
      pengalaman kerja pada lokasi yang lingkungannya
      kurang lebih sama, wawancara kerja di lokasi
      mungkin bisa terasa menakutkan karena mungkin
      harus melakukan perjalanan dan berada di wilayah
      yang tidak ia kenal.

    • Wawancara
      Kelompok (Panel or Group Interview).

      Wawancara kelompok adalah suatu jenis wawancara
      kerja dimana para pewawancara (recruiter)
      terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih. Biasanya
      wawancara jenis ini dilakukan jika perusahaan
      memandang bahwa pelamar sudah hampir memenuhi
      syarat untuk diterima bekerja. Biasanya para
      penanya dalam wawancara inilah yang memiliki
      wewenang untuk memutuskan apakah pelamar akan
      diterima bekerja atau tidak.

    • Wawancara
      Kasus (Case Interview).
      Wawancara kerja
      jenis ini menekankan pada kemampuan analisis dan
      pemecahan masalah terhadap suatu kasus tertentu.
      Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta
      untuk berperan sebagai pemegang jabatan yang
      ditawarkan, lalu diberikan sebuah kasus untuk
      dicarikan solusinya.

    Pertanyaan-Pertanyaan Umum

    Pada
    umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam
    wawancara kerja sangat tergantung pada teknik apa yang
    digunakan oleh si pewawancara. Jika menggunakan teknik
    wawancara kerja tradisional maka pertanyaan-pertanyaan
    yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:

    • Jelaskan pada saya bagaimana anda
      menggambarkan diri anda?

    • Apa kelebihan dan kekurangan anda?

    • Apa saja prestasi yang pernah anda raih
      pada pekerjaan yang terdahulu / ketika sekolah?

    • Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang
      lalu?

    • Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang
      lalu?

    • Darimana anda mengetahui perusahaan ini?

    • Mengapa anda tertarik untuk bekerja di
      perusahaan ini?

    • Jika anda diterima bekerja untuk jabatan
      ini, apa yang akan anda lakukan?

    • Apa itu professionalisme menurut anda?

    • Apa itu teamwork menurut anda?

    • Apa hoby anda?

    Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara
    kerja behavioral, maka pertanyaan-pertanyaan di atas
    seringkali ditambahkan dengan pertanyaan-pertanyaan
    sebagai berikut:

    • Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi yang
      sangat tidak menyenangkan dan bagaimana anda
      berhasil keluar dari situasi tersebut.

    • Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien anda ketika
      anda melakukan presentasi.

    • Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda
      harus melakukan banyak tugas dan anda harus
      membuat prioritas tugas mana yang harus
      didahulukan.

    • Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat
      dalam setahun terakhir ini? Mengapa demikian?

    • Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun sebelumnya
      dan bagaimana anda memotivasi team tersebut
      sehingga dapat meraih sukses di tahun berikutnya.

    • Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?

    • Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dimana anda mencoba untuk
      menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?

    • Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan
      yang tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi
      menguntungkan bagi perusahaan.

    Sebagai
    suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua
    belah pihak, dalam wawancara kerja si pelamar juga
    biasanya diberikan kesempatan untuk mengajukan
    pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat baik jika
    pelamar mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:

    • Apa yang diharapkan dari saya jika saya
      diterima untuk jabatan ini?

    • Menurut pengalaman di sini, apa yang
      merupakan tantangan terbesar bagi pemegang jabatan
      ini?

    • Apakah ada pelatihan (internal maupun
      eksternal) yang dapat membantu saya untuk lebih
      berperan jika saya diterima bekerja di perusahaan
      ini?

    • Adakah ada hal-hal khusus di luar uraian
      jabatan yang harus saya selesaikan dalam waktu
      tertentu?


    Menangani
    Pertanyaan Bersifat Pribadi

    Berbeda dengan kondisi di negara-negara maju dimana hak individu sangat dijunjung tinggi dan telah
    memiliki perangkat hukum sangat memadai tentang
    hal-hal yang mengatur hak-hak pribadi seseorang
    sehingga para recruiter (pewawancara) sangat
    berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan, di Indonesia
    justru sebaliknya. Dalam wawancara kerja di
    perusahaan-perusahaan di Indonesia seringkali
    pewawancara justru banyak menggali masalah-masalah
    yang bersifat pribadi. Contoh: Menanyakan
    latarbelakang pelamar (orangtua, saudara, istri, anak,
    status, agama, suku bangsa, umur) adalah merupakan hal
    yang dianggap biasa.

    Meskipun
    seringkali pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak
    memiliki relevansi dengan jabatan yang
    dilamar, pelamar harus menyiapkan diri untuk
    merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tepat
    dengan cara-cara yang elegan. Para penanya mungkin
    saja tidak bermaksud untuk menyudutkan pelamar, tetapi
    lebih didasarkan pada kepedulian mereka terhadap
    kecocokan antara pelamar (calon karyawan) dengan
    budaya yang ada dalam perusahaan. Oleh karena itu jika
    pelamar ditanyakan mengenai hal-hal yang dirasa tidak
    berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan, pelamar
    harus mampu mengidentifikasi apa makna dibalik
    pertanyaan tersebut. Untuk merespon
    pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, pelamar
    dapat melakukan beberapa alternatif:

    • Pelamar bisa mengklarifikasi
      kepada penanya apa relevansi pertanyaan yang
      diajukan dengan jabatan yang dilamar sehingga
      penanya dapat menjelaskan lebih jauh hubungannya
      dengan pekerjaan, lalu berikan jawaban yang tepat.

    • Pelamar dapat menjawab
      langsung secara diplomatis dengan kesadaran penuh
      bahwa pertanyaan tersebut memang tidak memiliki
      hubungan langsung dengan pekerjaan / jabatan yang
      dilamar.

    • Pelamar bisa juga menolak
      untuk menjawab pertanyaan tersebut jika dirasa
      sangat mengganggu privacy pelamar. Jika hal
      ini terpaksa dilakukan, maka harus dilakukan
      dengan cara-cara halus dan diplomatis sehingga recruiter
      tidak merasa dilecehkan karena dianggap telah
      memberikan pertanyaan yang keliru.

    Faktor-Faktor
    Negatif


    Beberapa faktor, baik fisik maupun psikologis,
    yang harus diwaspadai oleh pelamar adalah
    faktor-faktor negatif yang menjadi perhatian
    pewawancara. Faktor-faktor tersebut misalnya:

    • Penampilan diri yang terlihat tidak
      professional (dandanan menor, pakaian yang tidak
      enak dilihat, tidak rapi, dan tidak sesuai suasana)

    • Bersikap angkuh, defensive atau agresif

    • Ogah-ogahan (tidak terlihat antusias atau
      tertarik dengan materi pembicaraan yang diajukan
      pewawancara)

    • Gugup

    • Sangat menekankan pada kompensasi yang
      akan diterima

    • Selalu berusaha mencari-cari alasan atas
      setiap kegagalan yang pernah dialami di masa lalu

    • Tidak bisa berdiplomasi dan
      kurang bisa bersopan santun

    • Menyalahkan
      perusahaan lama atau bekas atasan dimasa lalu,
      atau mengeluhkan perubahan teknologi yang cepat

    • Tidak
      bisa fokus dalam menjawab pertanyaan atau
      pembicaraan pewawancara

    • Gagal
      memberikan pertanyaan kepada pewawancara

    • Berulang
      kali bertanya: “apa yang dapat diberikan
      perusahaan kepada saya kalau saya melakukan ……?”

    • Kurang persiapan: gagal memperoleh
      informasi penting seputar perusahaan, gagal
      menjawab pertanyaan-pertanyaan pewawancara dan
      tidak bisa mengajukan pertanyaan bermutu kepada
      pewawancara.

    Beberapa Saran

    Bagi
    anda pencari kerja yang dipanggil untuk
    menjalani wawancara kerja, mungkin ada baiknya anda
    memperhatikan beberapa saran dibawah ini.

    Lakukan hal-hal berikut:

    • Pastikan
      anda sudah tahu tempat wawancara

    • Jika
      tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa
      yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang
      bersifat formal,bersih dan rapi

    • Mempersiapkan
      diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin
      akan diajukan pewawancara

    • Usahakan
      untuk tiba 10 (sepuluh) menit lebih awal, jika
      terpaksa terlambat karena ada gangguan di
      perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara)

    • Sapa
      satpam atau resepsionis yang anda temui dengan
      ramah

    • Jika
      harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan
      rapi.

    • Ucapkan
      salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para
      pewawancara dan jika harus berjabat tangan,
      jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun
      tidak lemas)

    • Tetaplah
      berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk.
      Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang

    • Persiapkan
      surat lamaran dan CV anda

    • Ingat
      dengan baik nama pewawancara

    • Lakukan
      kontak mata dengan pewawancara

    • Tetap
      fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara

    • Tunjukkan
      antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang
      dilamar dan pada perusahaan

    • Gunakan
      bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul;
      kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan
      bahasa tersebut

    • Tampilkan
      hal-hal positif yang pernah anda raih

    • Tunjukkan
      energi dan rasa percaya diri yang tinggi

    • Tunjukkan
      apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan
      apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada
      anda

    • Jelaskan
      serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh
      pewawancara

    • Ajukan
      beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan
      anda dan bisnis perusahaan
      secara umum

    • Berbicara
      dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar
      oleh pewawancara

    • Akhiri
      wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda
      lakukan selanjutnya

    • Ucapkan
      banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu
      dan kesempatan yang diberikan kepada anda.

    Hindari hal-hal berikut:

    • Berasumsi
      bahwa anda tahu tempat wawancara, padahal anda
      tidak yakin

    • Tidak
      melatih diri untuk menjawab pertanyaan yang
      kira-kira akan diajukan pewawancara


    • Berpakaian
      seadanya atau berpakaian dan berdandan sangat
      mencolok

    • Datang
      terlambat


    • Tidak
      membawa surat lamaran dan CV

    • Menganggap
      remeh satpam, resepsionis bahkan pewawancara


    • Menjabat
      tangan pewawancara dengan lemas dan gemetar

    • Merokok,
      mengunyah permen atau meludah selama wawancara

    • Duduk
      selonjor atau bersandar

    • Berbicara
      terlalu keras atau terlalu lembut

    • Membuat
      lelucon

    • Menjawab
      sekedarnya saja, seperti “ya” atau “tidak”
      atau “tidak tahu” atau “entahlah”.

    • Terlalu
      lama berpikir setiap kali menjawab

    • Mengalihkan
      topik pembicaraan ke hal-hal yang tidak ada
      hubungan dengan pekerjaan

    • Menyalahkan
      mantan atasan, mantan rekan kerja atau perusahaan
      yang lama

    • Memberikan
      jawaban palsu, berbohong atau memanipulasi data

    • Menanyakan
      gaji dan fasilitas yang diterima pada saat
      wawancara seleksi dimana anda belum tahu
      kemungkinan anda akan diterima atau tidak

    • Memperlihatkan
      rasa putus asa anda dengan menunjukkan bahwa anda
      mau bekerja untuk bidang apa saja dan mau
      melakukan apa saja asal bisa diterima bekerja di
      perusahaan tersebut

    • Membahas
      hal-hal negatif dari anda yang akan merugikan diri
      anda sendiri

    • Mengemukakan
      hal-hal yang dianggap masih kontroversial

    • Menelpon
      atau menerima telepon, atau membaca buku selama
      wawancara

    • Salah
      menyebut nama pewawancara

    • Tidak
      mengajukan pertanyaan pada saat diberikan
      kesempatan untuk bertanya

    • Lupa
      mengucapkan terima kasih kepada para pewawancara

    Mengingat
    bahwa masih banyak calon karyawan yang menghadapi
    kendala dalam menjalani wawancara kerja, artikel ini
    diharapkan dapat memberikan sedikit pencerahan bagi
    mereka sehingga lebih siap dan percaya diri. Saya
    yakin masih banyak cara-cara yang mungkin belum
    tertulis dalam artikel ini, namun setidaknya jika anda
    melaksanakan saran-saran yang ada di atas maka anda
    akan memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi
    wawancara kerja. Selamat mencoba dan semoga anda
    sukses diterima bekerja dan menemukan pekerjaan sesuai
    dengan yang anda inginkan.

    Semoga bermanfaat 🙂

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel